Mamaku adalah selaga-galanya



Mamaku adalah selaga-galanya



Mamaku...
Ini aku selalu menempel padamu selama 9 bulan
aku selalu mengikutimu ke mana saja semasa kecilku
aku selalu menyebabkanmu susah bergerak karena menjaga aku
aku juga selalu membuat tubuhmu tak indah lagi
masih aku, selalu kau harap-harapkan!

Mamaku...
benarkah melahirkanku bertaruh nyawa?
benarkah sakit seribu penyakit menjadi satu saat melahirkanku?

Tidakkah ibu takut kehilangan nyawamu sendiri?
Tidakkah ibu takut menyakiti diri sendiri, mamaku? demi aku.

Mamaku...
walau tak banyak yang kuingat, kecilku selalu menyusahkanmu demi untukku.

aku selalu menangis
aku selalu marah
aku suka ngompol
aku susah makan
aku tak mendengarkan kata-katamu
aku menang sendiri
aku jahat bu! aku selalu membuatmu khawatir!

Mamaku...
jelas sekali ku ingat, aku selalu marah saat uang sakuku kurang seribu
aku selalu marah saat topi dan dasiku hilang karena kesalahanku sendiri
aku selalu marah jika sepatuku belum juga kering di hari senin
dan aku, aku selalu menyalahkanmu bu!
Pantaskah aku seperti itu bu?
Tapi...
tapi mengapa ibu tak marah padaku?
mengapa ibu tak memukulku
mengapa ibu masih selalu mengelus kepalaku saat aku tidur?
ibu juga masih selalu...selalu berdoa demi untukku...

Mamaku...
sekarang aku sudah besar bu
tahun depan aku sudah 23 tahun
aku juga sudah sarjana
bahkan, aku juga sudah berani membawa orang lain ke rumah!
Tapi, apa aku sudah menjadi anak yang kau harapkan-mu?

Tidak! aku sama sekali belum bisa menjadi anak yang kau harapkan. Aku terlalu sibuk menghabiskan waktu  dengan keinginanku dan kepuasanku sendiri. Aku egois! Hingga tanpa sadar aku kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk menemani dirimu.
Maafkan aku ibu.

Mamaku...
garis di wajahmu semakin tampak
noda hitam di pipimu juga semakin terlihat
kerut wajahmu juga semakin jelas bu.
Maafkan aku ibu. Maafkan aku yang tak pernah menyadari perubahanmu. Maafkan aku yang tak pernah memberimu kesempatan merawat diri. Maafkan aku tak selalu bisa menemanimu menuju tua. Maafkan aku bu!

Mamaku...
bagaimana aku bisa membalas jasamu bu?
bagaimana bisa aku membalas pengorbananmu?
bagaimana bisa aku mengganti waktu, materi, dan kasih sayangmu semua ?
cukupkah dengan uang? cukupkah dengan mobil mewah, Bu?
Tidak! itu semua tidak ada artinya dibandingkan dengan jasa Ibu. Bahkan hidupku pun tidak  akan pernah bisa membalas jasamu ibu. Maafkan aku bu! Terima Kasih mamaku!

Maafkan aku yang tak pernah bisa membalas jasamu bu
Maafkan aku yang selalu mengecewakanmu
Maafkan aku selalu membuat air matamu turun
Maafkan aku tak bisa selalu membuatmu tersenyum. Maafkan aku ibu!

Terima kasih mamaku.
Terima kasih telah melahirkanku di dunia. Terima kasih telah mengenalkanku pada dunia.
Terima kasih telah merawatku sampai sekarang.
Terima kasih untuk waktu, materi, dan kasih sayangmu bu.
Terima kasih untuk hangatnya sentuhanmu.
Terima kasih untuk sejuknya doa yang selalu kau kirim untukku
Terima kasih telah menjadi ibuku. Terima kasih mamaku!

Aku Mencintaimu, mamaku.
By: Yatri Dumupa

Posting Komentar

0 Komentar