Kumpulan puisi I "Air mata yang tak terhenti Di Papua"
Gambar pribadi
Luka membawa air mata
penuh luka pada rakyat juga
penuh air mata pada rakyat jua
penuh Berdarah pada rakyat juga
Hidupku berahadap pada kau kolonial
penuh air mata pada rakyat jua
penuh Berdarah pada rakyat juga
Hidupku berahadap pada kau kolonial
Padahal aku punya hak, ku termenu kala senja
Kusenyum pada kau
kaupun tak bisa sapa, mengapa
Kusenyum pada kau
kaupun tak bisa sapa, mengapa
Hanyalah tetes air mata rakyat Papua
Dengan menemani duka setiap hari
tergores luka pada hati rakyat
dan jiwa juga terluka
Dengan menemani duka setiap hari
tergores luka pada hati rakyat
dan jiwa juga terluka
dengan alampun ikut tetes air mata
Rakyat berbicara hak sendiripun kau tak bisa didengarkan
Rakyat berbicara hak sendiripun kau tak bisa didengarkan
Berdialog berkali-kali pengadilan
Namun itu pun kau sia-siakan
Namun itu pun kau sia-siakan
menjawab suara rakyat dan derita rakyat ini kapan kau menjawab
aku akan menanti-mu di pintu gerbang
aku akan menanti-mu di pintu gerbang
Sempei kapanpun dan bagimanapun
pada realita hidup kita rakyat Papua, luka Membawa air mata.
pada realita hidup kita rakyat Papua, luka Membawa air mata.
Piss selalu mengalir
air-mata rakyat Papua
air-mata rakyat Papua
By: Yatri, D#
Sragen-30-01-2020
Sragen-30-01-2020
TANGISAN ASA RAKYATKU
Ribuan tangis terus menggema dan lelah korban rakyatku
Disela gemuruh bisikan mendengar bunyi senjata pemusnah rakyatku.
Sinar kebahagiaan tertutup lukisan kematian makin tingkat rakyatku.
ku hanya sandarkan padamu Sang pencipta, Jangan pernah Kau tinggalkan jiwa yang telah gugurkan (oap) mendahului kami dan masih ada rakyatku.
Deritaku madi air darah hanya karena bersenjata korban rakyatku.
By:Yatri D, 12Januari 2020
Di Bengawan solo..
Di Bengawan solo..
Jeritan Hati Rakyat Jelata
Sakit-Lapar...Panas-Dingin...Tua dan Mati
Apakah harus ditentukan dengan perjuangan..
Kami hidup di negeri yang kaya, tapi dalam penghidupan yang sengsara
Kami hidup di negeri yang kaya, tapi dalam penghidupan yang sengsara
Sengsara negeri ini, bila hidup dinaungi oleh Tuhan kami
Mereka hidup bermewah, berdasi, dan berjas.
Mereka hidup bermewah, berdasi, dan berjas.
Coba lihat kami !!!
Untuk hanya sekedar makan pun, sampah terasa nikmat
Inikah perjuangan para wakil kami??
Untuk hanya sekedar makan pun, sampah terasa nikmat
Inikah perjuangan para wakil kami??
Bilamanakah !!
Yang memasukkan tangan dikantongnya hanya duduk manis
Yang memasukkan tangan dikantongnya hanya duduk manis
Tetapi....
Mengatasnamakan Pertentangan demi rakyat
Bahkan sepatu hitam mengkilatmu
Alergi dengan debu jalanan
Mengatasnamakan Pertentangan demi rakyat
Bahkan sepatu hitam mengkilatmu
Alergi dengan debu jalanan
Dan kain katun pakaianku
Mereka takut dengan warna darah
Kami tak butuh keprihatinan
Mereka takut dengan warna darah
Kami tak butuh keprihatinan
Apalagi ucapan kedukaan
Kalau kau memang wakil kami
Ulurkan tanganmu untuk membantu kami
Kalau kau memang wakil kami
Ulurkan tanganmu untuk membantu kami
Kau berkata
Kau berjanji
Tapi bagi kami itu hanya sampah
Yang tak akan pernah terealisasi
Kau berjanji
Tapi bagi kami itu hanya sampah
Yang tak akan pernah terealisasi
Hidup kami...
Mungkin sudah habis.
Hanya ajal yang akan menjemput kami
Dalam kehidupan yang berbahagia
Mungkin sudah habis.
Hanya ajal yang akan menjemput kami
Dalam kehidupan yang berbahagia
Wahai para elite peka dll
Ini semua sudah jelas bukan
Jangan cari keuntungan disini !
Kalau kalian kolonial, kapitalis!!!!
Ini semua sudah jelas bukan
Jangan cari keuntungan disini !
Kalau kalian kolonial, kapitalis!!!!
Karya: Yatri.D#
Sragen 26-01-2020
Sragen 26-01-2020
Untuk negriku papua
______________
______________
Papua...!
Namamu Papua selalu identik dengan.
darah rakyat dan tangisan rakyat terkena dengan engkau ugatamee pengasih dan penyang, hitam kulitku
Keriting rambutku, tetap aku Papua
darah rakyat dan tangisan rakyat terkena dengan engkau ugatamee pengasih dan penyang, hitam kulitku
Keriting rambutku, tetap aku Papua
Papua...!
Tak kujumpai di jagat raya ini hatiku yang lembut bagaikan rakyat, pelajar, mahasisiwa. Selalu korban di atas negeri sendiri,
Papua...!
Ketulusan hatiku panjatkan sang pencipta karena lehelurku menangis tiada banding tumpangan darah, bagi semua bangsa lain beda jauh dengan bangsa wast Papua
Ku hanya teguhkan berdo'a bagi anda dan saya secepat berpisah hari ini juga....?
By: Yatri.D#
Sragen 19 01- 2020
Sragen 19 01- 2020
NEGERIKU TERCINTA
WEST PAPUAKU
WEST PAPUAKU
PAPUA...
Inilah negeriku..
Negeriku tercinta
Tanah tumpah darahku..
Negeriku tercinta
Tanah tumpah darahku..
Kan ku jaga negeri ini
Takkan ku biarkan sejengkal pun
Tangan-tangan jahat itu
Mengotori negeri ini
Takkan ku biarkan sejengkal pun
Tangan-tangan jahat itu
Mengotori negeri ini
Ku kan terus berjuang..
Dan menunjukkan kepada dunia
Betapa hebatnya negeri ini
Dan betapa indahnya negeri ini
Dan menunjukkan kepada dunia
Betapa hebatnya negeri ini
Dan betapa indahnya negeri ini
Aku percaya..
Tikus-tikus yang berkeliaran
Yang merampas Kekayaan Alam Papua Pasti mampu dimusnahkan
Tikus-tikus yang berkeliaran
Yang merampas Kekayaan Alam Papua Pasti mampu dimusnahkan
Alamku yang akan menjadi api unggun
Akan berubah menjadi surga..
Akan berubah menjadi surga..
Surga yang harus dijaga
Untuk masa depan bangsa West Papua
Untuk masa depan bangsa West Papua
Dahulu aku bernyanyi, sekarang aku bernyanyi, dan aku akan terus bernyanyi.
Yatri .D#
Sragen-28-01-2020
Sa teruskan dari Arnold C.A
Sragen-28-01-2020
Sa teruskan dari Arnold C.A
Aku Perempuan Papua Yang lawan
Tak lama lagi kita berpisah
Kaum Idonesia dan kaum west papua
Kaum Idonesia dan kaum west papua
Sebuah bersuara bagi para perempuan
Habis gelap terbitlah terang
Perjuangan ini dapat kami rasakan untuk bebas dari negeri ini
Perjuangan ini dapat kami rasakan untuk bebas dari negeri ini
Wahai negeri bumi cendrawasih ini
Kami kini dapat berdiri berani
Sampei akhiri dengan menang
Tanpa takut menatap lawan
Jerih payahku sampei menang
Kami kini dapat berdiri berani
Sampei akhiri dengan menang
Tanpa takut menatap lawan
Jerih payahku sampei menang
Membuat kami mampu melawan segala intimidasi dll teradap oap
Hingga setinggi langit
Mampu membuat kami belajar
Hingga ke negeri orang lain
Mampu membuat kami belajar
Hingga ke negeri orang lain
Bangku pendidikan ini ada lagi membuat aku lebih lawan dengan kata caci maki teradap-ku
Seorang pintar Prestasi tak terhitung mampu diraih
Semua ini dapat terwujud
Tanpa perjuanganku
Meski hanya diperingati setiap 01 desember
Tanpa perjuanganku
Meski hanya diperingati setiap 01 desember
Hingga sayapun acara peringatan atas diriku untuk negeri bumi candrawasih ini tetapi kau akan selalu intimidasi dll
Akan kami lanjutkan perjuangan ini
Demi memajukan kaum perempuan negeri bumi cendrawasih west papua ini...?
Demi memajukan kaum perempuan negeri bumi cendrawasih west papua ini...?
By Y@tri Dumupa
Nabire 22 september 2019
Nabire 22 september 2019
Puisi suara hatiku
Angin ufuk timur sepoi-sepoi
alam membisu dan rakyatku akal sehatku berantakan melihat keluarga
alam membisu dan rakyatku akal sehatku berantakan melihat keluarga
di kampung Ndugama
Terlihat luluh lantak
kepala hancur berantakan
darah berserahkan
kacau balau situasinya
inikah penindasan ?
kepala hancur berantakan
darah berserahkan
kacau balau situasinya
inikah penindasan ?
Kampung halaman
yang terbuat dari leluhur
t'lah jadi sarang peluruh
yang terbuat dari leluhur
t'lah jadi sarang peluruh
Harapan kehidupan generasi
dan masa depan alam-budaya
juga ikut habis perlahan-lahan
Kini tak ada lagi
dan masa depan alam-budaya
juga ikut habis perlahan-lahan
Kini tak ada lagi
senyum mama-mama di honai
hanya air mata berdarah di pipi
terisak-isak bagai sembilu
yang teriris
hanya air mata berdarah di pipi
terisak-isak bagai sembilu
yang teriris
Oh' begitu sunyi
dalam kedukaan ini
memang benar, ini penindasan!
dalam kedukaan ini
memang benar, ini penindasan!
Karya Yatri.D#
("AIR MATA DUKA")
PUISI TENTAN AIR DI PIPIKU
__________________
PUISI TENTAN AIR DI PIPIKU
__________________
Tiada akhir,
Tetesan sudah air mata!
Membasahi pipi ini,
Mengenai kisa ini.
Tetesan sudah air mata!
Membasahi pipi ini,
Mengenai kisa ini.
Disini ku berharap,
Menanti datannya rembulan !
Berharap pada mereka,
Tak ada jawabanya.
Menanti datannya rembulan !
Berharap pada mereka,
Tak ada jawabanya.
Kemana lagi ku
harus mencari jalan terbaik?
Disana ada duka, disitu ada tangis!
Semua nih detelah waktu,
Bagaikan sekam yang ditiup angin
harus mencari jalan terbaik?
Disana ada duka, disitu ada tangis!
Semua nih detelah waktu,
Bagaikan sekam yang ditiup angin
By: ("Andrwy Dumupa")
¥("BERSAMA YATRI AMO DUMUPA") ¥
¥("BERSAMA YATRI AMO DUMUPA") ¥
Tamu jadilah kau tuan rumahku
Aku terpencil di atas pucakku
Kaulah jadi milik negeri ini
Kau mengagutku serta merta
Kaulah jadi milik negeri ini
Kau mengagutku serta merta
sebuah benakku
Aku memang lela pada kau ijajil
Aku bertegu pada berikrar-mu itupun kau tak megakui dengan berikrar-mu
Aku memang lela pada kau ijajil
Aku bertegu pada berikrar-mu itupun kau tak megakui dengan berikrar-mu
Aku bukan insek tapi aku adalah insanulkamil
Maka kau juga isanulkamil
Maka kau juga isanulkamil
Aku meminta pada-mu buku dan guru agar aku juga pandai
Malahan kau berikan padaku
Malahan kau berikan padaku
aku idiopati dan idiosin
Aku malu menerima tamu dirumaku tuk kau Karna talapak kaki-mu ada idiosin.
Aku malu menerima tamu dirumaku tuk kau Karna talapak kaki-mu ada idiosin.
By: Yatri: D#
Sragen-08-02-20
Jangan Diam !
______________
______________
Tanah papua adalah tanah berdarah
yang sudah berbau amis
ditelantarkan sejarah
Langit papua, adalah tangis
yang sudah berbau amis
ditelantarkan sejarah
Langit papua, adalah tangis
dari bordil-bordil peluru
yang haus kemenangan
yang bernyawa pemberontakan di atas tanah
yang haus kemenangan
yang bernyawa pemberontakan di atas tanah
Dan, kita adalah anak-anak
perjuangan
yang bukan hanya bercanda di meja makan
perjuangan
yang bukan hanya bercanda di meja makan
Bergeraklah, lawan !
Jika sendiri
melihat ketidak adilan di papua
Bergeraklah, terjang !
sebelum kau yang jatuh kedalam jurang
Jika sendiri
melihat ketidak adilan di papua
Bergeraklah, terjang !
sebelum kau yang jatuh kedalam jurang
Kematian
Dan selalu tangis di atas tangis
Dan selalu air mata di atas air mata
Dan selalu tangis di atas tangis
Dan selalu air mata di atas air mata
Kau kapan berhenti kha
Kau kapan kembali kha
Kau yang ada di atas tanah air
Kau yang menginjak aku
Kau kapan kembali kha
Kau yang ada di atas tanah air
Kau yang menginjak aku
Sebetulnya aku dan kamu
Berbeda, maka kau kembali ke tempat asal-mu
Berbeda, maka kau kembali ke tempat asal-mu
Ku tak mau liat berbeda warna
Kulit dan rambut
Semoga ku berdoa, doa ini kepastian Poyamee terima. Dan semoga kamu dan aku secepatnya berpisah..
Kulit dan rambut
Semoga ku berdoa, doa ini kepastian Poyamee terima. Dan semoga kamu dan aku secepatnya berpisah..
Yatri√√•••••√
Jogja, 04-05-2019
Jogja, 04-05-2019
Duah pelita
-------------------------
-------------------------
Ada yang pelita nyala
Ada yang pelita padam
Ada yang pelita padam
Pelita bagi yang nyala,
begitu mampu membangun
rakyat dan alam semesta.
begitu mampu membangun
rakyat dan alam semesta.
Pelita bagi yang padam,
begitu sedikit kurang mampu
membangun rakyat dan
begitu sedikit kurang mampu
membangun rakyat dan
alam semesta...!
Rakyat papua dan
alam semesta papua..!
Begitu sesekali dan sedikit kali
Senang karena ada
Rakyat papua dan
alam semesta papua..!
Begitu sesekali dan sedikit kali
Senang karena ada
pelita nyala...!
Selalu mengalir air mata
bagaikan hujan deras
selalu tangis bagai
penuh dengan
mayat hamburanrakyat papua,
karena ada pelita padam...!
Selalu mengalir air mata
bagaikan hujan deras
selalu tangis bagai
penuh dengan
mayat hamburanrakyat papua,
karena ada pelita padam...!
Yatri Amoye Dumupa
Solo 30-05-19
Solo 30-05-19
"Aku jiwa yang lemah"
Aku jiwa yang lemah
Hanya bisa mampu jalani
Hanya bisa mampu jalani
Aku tidak punya kuasa
Hanya bisa terimah keadaan
Hanya bisa terimah keadaan
Aku tidak bisa hentikan
Hanya bisa cucurkan air mata
Hanya bisa cucurkan air mata
Aku tidak ada punya hak
Hanya bisa ikuti perintah
Hanya bisa ikuti perintah
Aku tidak bisa mencari solusi
Hanya bisa tunggu kapan berihkan
Penentuan nasib sendiri
Bagi bangsa papua..?
Hanya bisa tunggu kapan berihkan
Penentuan nasib sendiri
Bagi bangsa papua..?
By: Pin m odiyai...?

0 Komentar