Foto ilustrasi
Tentang Penahitam-ku
Aku hanya seorang yang terlalu berani untuk menggoreskan pena di secarik kertas.
Tidak, aku tidak mahir menggunakan pena. Hanya mahir menggenggamnya..
Pena ini sudah bersamaku bertahun- tahun lamanya. Aku ingin membuangnya,
tapi sayang.. rasa ini sudah mendominasi pena kecilku. <menghela nafas> Sudahlah, mengapa harus dibuang jika memang sudah bersatu.
Beberapa dari kisah yang ada hanyalah postingan ulang dari apa yang kutulis pada tahun 2018- 2020.
Ini aku, berlayar mengarungi lautan pikiran.. dengan pena hitam-ku.
Mengapa Pena hitamku harus berlayar?
Kekuatanmu tidak akan terlihat ketika lautan tenang. ikuti kemana penahitam-ku.blogspot.com pergi dan ujilah ia ketika berada di laut lepas.. Hembusan angin mampu menyejukkan, namun berhati- hatilah, ia kadang berubah menjadi monster menakutkan.
Setiap Penahitam-ku
Setiap dipercayakan kepada tiap wujud nafas. Goresan pertama tidak selalu baik, namun menentukan goresan kedua.
Mengapa Penahitam-ku ?
Goresan pena tidak dapat dihapus. Hanya mampu ditutupi oleh benda lain, namun akan tetap mengurangi keindahan. Hidup adalah goresan pena pada putihnya kertas. Tak dapat dihapus, hanya perlu digunakan pada lembar setelahnya.
Pena berwarna hitam
Setiap insan diberikan banyak pena. Ya. Pena berwarna hitam. Namun tetap ada pena berwarna hitam dan emas. Berikan pena Emas pada Tuhanku, dan jangan berikan pena hitamku pada insan lain jika kau tak ingin penaku melukaimu.
Pena hitamku berdiri sendiri dari masa SMK N1 KEDAWUNG Sragen
Pada tahun 2018-2020
Pendiri pena hitam-ku (YATRI DUMUPA.
Dikarenakan adanya mau ingin belajar menulis..!

0 Komentar